merdeka belajar | merdeka mengajar

Kebijakan PTM di Masa Pandemi

Pemerintah Kabupaten Tangerang mengambil kebijakan pembelajaran di masa pandemi. Silakan baca selengkapnya!

E-Learning

Perkembangan e-learning yang relatif masih baru, definisi dan implementasi sistem e-learning sangatlah bervariasi dan belum ada standard yang baku.

Sekolah Model | Pelatihan Jibas SMP Negeri 1 Jayanti

Salah satu kegiatan sekolah model di SMP Negeri 1 Jayanti adalah pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan administrasi sekolah, pembelajaran, perpustakaan keuangan, evaluasi kehadiran dan lain-lain.

Inovasi | SIUNGU.ID Juara 2 Lomba Kanvas Gemilang Tingkat OPD

SIUNGU.ID Juara 2 Lomba Kanvas Gemilang Tingkat OPD Kabupaten Tangerang

Teknik Pembelajaran Bahasa Indonesia

Setelah membaca utuh model teks eksemplum, siswa merangkai ulang susunan teks yang sudah dipotong-potong oleh guru.

Platform Merdeka Mengajar telah Resmi Diluncurkan oleh Kemendikbudristek

Platform Merdeka Mengajar telah resmi diluncurkan oleh Kemendikbudristek pada Merdeka Belajar episode Kelima Belas.

Video 1 | Pengenalan Akun Belajar

Platform Merdeka Mengajar telah resmi diluncurkan oleh Kemendikbudristek pada Merdeka Belajar episode Kelima Belas.

26 September 2023

Implementasi Tata Kelola Satuan Pendidikan

Lemo Hotel, 25-26 September 2023. Implementasi Tata Kelola Satuan Pendidikan Menggunakan Aplikasi Jaringan Informasi Bersama Antar Sekolah (JIBAS). Diikuti 135 sekolah negeri dan swasta se Kabupaten Tangerang.







Share:

16 September 2023

13 September 2023

Apa itu Coaching?

 

Coaching adalah proses di mana seorang individu yang disebut sebagai "coach" bekerja sama dengan seorang klien atau individu yang ingin mengembangkan keterampilan, pengetahuan, kinerja, atau mencapai tujuan tertentu dalam berbagai aspek kehidupan mereka. Tujuan utama dari coaching adalah membantu klien mencapai potensi terbaik mereka, mengatasi hambatan, mengembangkan pemahaman diri, dan mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan.

Berikut beberapa karakteristik utama dari coaching:

1.    Orientasi pada Klien: Coaching berfokus pada kebutuhan dan tujuan klien. Seorang coach membantu klien merumuskan tujuan mereka sendiri dan memberikan dukungan untuk mencapainya.

2.    Pembangunan Keterampilan: Coaching dapat melibatkan pengembangan keterampilan tertentu, seperti keterampilan kepemimpinan, keterampilan komunikasi, atau keterampilan manajemen waktu. Coach membantu klien meningkatkan keterampilan-keterampilan ini.

3.    Konsultasi dan Pemecahan Masalah: Seorang coach dapat memberikan nasihat atau saran kepada klien dalam konteks pembelajaran atau mencapai tujuan tertentu. Namun, coaching berbeda dari konsultasi karena fokus utamanya adalah pada pengembangan individu dan peningkatan kinerja.

4.    Proses Dukungan: Coaching melibatkan proses yang berkelanjutan. Coach dan klien bekerja sama secara teratur dalam sesi-sesi coaching untuk membahas kemajuan, mengevaluasi pencapaian tujuan, dan merencanakan tindakan selanjutnya.

5.    Pemberian Umpan Balik: Coach memberikan umpan balik konstruktif kepada klien untuk membantu mereka memahami kekuatan dan kelemahan mereka, serta cara untuk meningkatkan kinerja mereka.

6.    Pemahaman Diri: Coaching dapat membantu klien memahami diri mereka sendiri dengan lebih baik, termasuk nilai-nilai, motivasi, dan kepercayaan yang memengaruhi tindakan dan keputusan mereka.

7.    Pengembangan Rencana Tindakan: Coach dan klien bekerja sama untuk merencanakan langkah-langkah konkret yang harus diambil oleh klien untuk mencapai tujuan mereka.

Coaching dapat digunakan dalam berbagai konteks, seperti dalam dunia bisnis (coaching eksekutif), pendidikan (coaching akademik), olahraga (coaching atletik), dan kehidupan pribadi (coaching kehidupan). Yang penting, coaching didasarkan pada hubungan saling percaya antara coach dan klien serta berfokus pada pencapaian hasil yang diinginkan oleh klien.

Share:

28 Agustus 2023

Setelah mempelajari materi ini, praktik manajemen kelas seperti apa yang ingin Anda rubah untuk memperbaiki kualitas pembelajaran di kelas?

 

Setelah mempelajari materi ini, praktik manajemen kelas seperti apa yang ingin Anda rubah untuk memperbaiki kualitas pembelajaran di kelas?

 Setelah mempelajari materi ini, ada beberapa praktik manajemen kelas yang dapat Anda pertimbangkan untuk ditingkatkan guna memperbaiki kualitas pembelajaran di kelas:

  1. Pembangunan Hubungan yang Positif: Fokus pada pembangunan hubungan positif dengan murid. Lebih banyak waktu dan perhatian dapat diberikan untuk berinteraksi dengan mereka di luar materi pelajaran, memahami minat mereka, dan mengakui pencapaian mereka.

  2. Instruksi yang Lebih Interaktif: Cobalah menerapkan metode pembelajaran yang lebih interaktif, seperti diskusi kelompok, simulasi, permainan peran, dan percobaan langsung. Ini dapat meningkatkan partisipasi dan keterlibatan murid.

  3. Penekanan pada Keterlibatan Aktif: Dorong murid untuk aktif berpartisipasi dalam proses pembelajaran. Ajak mereka bertanya, berbagi pendapat, dan memecahkan masalah dalam kelas.

  4. Variasi dalam Penilaian: Gunakan beragam bentuk penilaian, seperti proyek, presentasi, diskusi, dan portofolio, untuk mengukur pemahaman dan keterampilan murid dari berbagai sudut pandang.

  5. Kolaborasi dalam Penentuan Aturan Kelas: Libatkan murid dalam pembentukan aturan kelas. Ini memberi mereka tanggung jawab dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang sesuai dan mendukung.

  6. Penerapan Sistem Reward yang Memotivasi: Desain sistem penghargaan yang merangsang semangat dan motivasi belajar murid. Fokuskan pada penghargaan yang mendorong pencapaian dan kerja keras.

  7. Komitmen terhadap Keadilan: Pastikan keadilan dalam memperlakukan semua murid. Bekerja keras untuk menghindari favoritisme dan memastikan setiap murid merasa dihargai.

  8. Fleksibilitas dalam Pengaturan Kelas: Berikan ruang bagi fleksibilitas dalam jadwal dan pengaturan fisik kelas. Ini dapat mengakomodasi berbagai jenis pembelajaran dan gaya belajar.

  9. Penggunaan Isyarat Khusus: Pertimbangkan untuk menggunakan isyarat khusus atau kode di kelas sebagai cara efektif untuk memberikan instruksi atau mengelola kelas tanpa mengganggu alur pembelajaran.

  10. Pembinaan Pribadi: Luangkan waktu untuk berbicara secara pribadi dengan murid yang mengalami kesulitan atau tantangan tertentu. Berikan dukungan ekstra dan bimbingan yang diperlukan.

  11. Refleksi dan Perbaikan Berkelanjutan: Lakukan refleksi rutin tentang apa yang telah bekerja dan apa yang perlu ditingkatkan. Berkolaborasi dengan rekan guru untuk berbagi pengalaman dan ide.

  12. Komunikasi Terbuka dengan Orang Tua: Jalin komunikasi yang terbuka dengan orang tua tentang perkembangan akademik dan perilaku anak-anak. Dengan mendapatkan dukungan dari orang tua, pengelolaan kelas dapat menjadi lebih efektif.

Perubahan dalam praktik manajemen kelas harus disesuaikan dengan karakteristik unik kelas Anda dan lingkungan sekolah. Pendekatan yang inklusif, responsif, dan melibatkan murid dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan pengembangan mereka.

Share:

Translate

Online User

User Online

Total Tayangan Halaman

Support