Kebijakan PTM di Masa Pandemi
Pemerintah Kabupaten Tangerang mengambil kebijakan pembelajaran di masa pandemi. Silakan baca selengkapnya!
E-Learning
Perkembangan e-learning yang relatif masih baru, definisi dan implementasi sistem e-learning sangatlah bervariasi dan belum ada standard yang baku.
Sekolah Model | Pelatihan Jibas SMP Negeri 1 Jayanti
Salah satu kegiatan sekolah model di SMP Negeri 1 Jayanti adalah pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan administrasi sekolah, pembelajaran, perpustakaan keuangan, evaluasi kehadiran dan lain-lain.
Inovasi | SIUNGU.ID Juara 2 Lomba Kanvas Gemilang Tingkat OPD
SIUNGU.ID Juara 2 Lomba Kanvas Gemilang Tingkat OPD Kabupaten Tangerang
Teknik Pembelajaran Bahasa Indonesia
Setelah membaca utuh model teks eksemplum, siswa merangkai ulang susunan teks yang sudah dipotong-potong oleh guru.
Platform Merdeka Mengajar telah Resmi Diluncurkan oleh Kemendikbudristek
Platform Merdeka Mengajar telah resmi diluncurkan oleh Kemendikbudristek pada Merdeka Belajar episode Kelima Belas.
Video 1 | Pengenalan Akun Belajar
Platform Merdeka Mengajar telah resmi diluncurkan oleh Kemendikbudristek pada Merdeka Belajar episode Kelima Belas.
23 Juli 2023
Panduan | emahaman Dimensi-elemen-subelemen-Profil-Pelajar-Pancasila-pada-Kurikulum-Merdeka
Panduan | Tahapan-Implementasi-Kurikulum-Merdeka
Panduan | Pengembangan-Kurikulum-Operasional-di-Satuan-Pendidikan
Panduan | Pelaksanaan-Program Pendidikan Individual
Panduan | Pelaksanaan-Pendidikan-Inklusif
Panduan | Pengembangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
Panduan | Pemetaan Kemampuan Fondasi dengan Konstruk Pembelajaran dan Aspek Perkembangan
Panduan | Laporan Hasil Belajar di Satuan Pendidikan Anak Usia Dini
Panduan | Panduan Implementasi Bimbingan dan Konseling
Panduan | Buku Saku Mitra Pembangunan Ditjen PAUD Dikdasmen
11 Februari 2022
Penilaian | Pengembangan Penilaian Kinerja
Permasalahan yang sering muncul dalam mendesain dan menggunakan penilaian kinerja yaitu permasalahan yang berkaitan dengan validity, reliability, dan fairness. Untuk mengurangi permasalahan tersebut, maka pada bab ini akan dijelaskan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengembangan penilaian kinerja.
Kinerja | Penilaian Projek
Penilaian proyek adalah penilaian terhadap suatu penugasan yang harus diselesaikan dalam periode/waktu tertentu. Penugasan tersebut meliputi:perencanaan, pengumpulan data, analisis data, penyajian data, hingga pelaporan. Periode waktu untuk menyelesaikannya tergantung kompleksitas tugas, misalnya dalam satu minggu, dua minggu, satu bulan, atau satu semester.
Pelaksanaan proyek membutuhkan data primer, data sekunder, kerja sama dengan berbagai pihak, dan kemampuan mengevaluasi hasil. Oleh karena itu penilaian proyek dapat dilakukan pada semua mata pelajaran secara terintegrasi atau masing-masing mata pelajaran di semua jenjang pendidikan.
Penilaian proyek dapat memberikan informasi tentang kemampuan peserta didik dalam memahami, mengaplikasikan,dan menyampaikan informasi tentang materi tertentu pada satu atau lebih mata pelajaran yang terkait sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai pada penugasan yang diberikan. Penilaian proyek dapat dilakukan pada setiap langkah yang meliputi: persiapan (perencanaan), proses pengerjaan, danpelaporan. Hasil belajar yang dapat dinilai pada tahap-tahap tersebut antara lain:
1. Tahap persiapan
- Kemampuan merencanakan dan mengorganisasikan tugas proyek;
- Kemampuan memperoleh informasi awal (data-data awal)
2. Tahap pelaksanaan
- kemampuan bekerja dalam kelompok;
- kemampuan untuk melaksanakan tugas secara mandiri;
- kemampuan mengidentifikasi dan mengumpulkan informasi;
- kemampuan menganalisis permasalahan.
3. Tahap pelaporan
- kemampuan menganalisis dan menginterpretasikan data;
- kemampuan membuat laporan;
- kemampuan menyampaikan hasil.
Pada pembelajaran di kelas, pendidik mungkin menekankan penilaian proyek pada prosesnya dan menggunakan sebagai sarana untuk mengembangkan dan memonitor keterampilan peserta didik dalam merencanakan, menyelidiki, dan menganalisis proyek.
Peserta didik dapat menunjukkan pengalaman dan pengetahuan tentang suatu topik, memformulasikan pertanyaan, dan menyelidiki topik tersebut melalui bacaan dan wawancara. Kegiatan ini dapat digunakan untuk menilai kemampuan peserta didik secara individual atau kelompok.
Pendidik juga dapat menggunakan produk akhir dari suatu proyek dalam bentuk presentasi (penilaian praktik)untuk menilai kemampuan peserta didik dalam mengomunikasikan temuan-temuannya dan dalam bentuk laporan (penilaian produk). Apabila proyek digunakan pada penilaian sumatif, fokus biasanya terletak pada produknya. Aspek yang dinilai dalam penilaian proyek ditulis dalam rubrik penilaian. Rubrik penilaian berisi kriteria-kriteria berkaitan dengan tahapan-tahapan sebuah proyek. Tahapan-tahapan tersebut diurutkan, lengkap, jelas, mudah diamati, dan dapat diukur.
Portfolio Hasil Penilaian Kinerja
Hasil penilaian praktik, produk, dan proyek dapat didokumentasikan oleh guru dan peserta didik dalam bentuk portofolio dokumentasi. Dokumen hasil penilaian ini menggambarkan perkembangan kompetensi keterampilan peserta didik secara keseluruhan yang digunakan untuk: (1) mengetahui perkembangan kompetensi keterampilan peserta didik; (2) umpan balik dalam memperbaiki proses pembelajaran agar pembelajaran menjadi lebih efektif dan bermakna; dan (3) melakukan refleksi dan perbaikan terhadap pembelajaran.
Kinerja | Penilaian Produk
Penilaian Produk dilakukan terhadap kualitas teknis dan estetis hasil kerja atau produk yang telah dibuat peserta didik. Hasil kerja peserta didik dapat berupa produk yang terbuat dari kain, kertas, metal, kayu, plastik, keramik; hasil karya seni seperti lukisan, gambar, patung, dan karya sastra; dan laporan hasil penelitian/karya ilmiah. Penilaian produk dapat dilakukan pada semua mata pelajaran seperti dapat dilihat pada Tabel 3.2.
Aspek yang dinilai dalam penilaian produk ditulis dalam rubrik penilaian. Rubrik penilaian berisi kriteria-kriteria berkaitan dengan kualitas teknis dan estetis suatu produk. Kriteria-kriteria tersebut harus lengkap, jelas, mudah diamati, dan dapat diukur. Penilaian praktik dan penilaian produk bisa dilakukan pada satu kegiatan keterampilan.Dalam hal ini, penilaian dapat difokuskan baik pada proses (praktik) maupun produk. Oleh karena itu, penugasan dan rubriknya mencakup kedua bentuk penilaian tersebut, sehingga rubrik penilaiannya terdiri atas rubrik penilaian praktik dan rubrik penilaian produk.
Contoh:
Percobaan di laboratorium IPA biasanya dilakukan untuk meminta peserta didik untuk melakukan percobaan/pengamatan dan juga membuat laporan hasil dari percobaan tersebut.
Aspek yang dinilai: -
tahap persiapan/perencanaan
tahap pelaksanaan
tahap akhir/pembuatan laporan
Pemberian skor dapat diberikan dengan memberi bobot yang lebih besar pada aspek yang diutamakan.
Kinerja | Contoh Penilaian Praktik
Penilaian praktik dilakukan melalui pengamatan pada saat peserta didik mendemonstrasikan atau mempraktekkan suatu aktivitas sesuai dengan target kompetensi. Pada saat melakukan penilaian praktik, guru dapat menilai kompetensi pengetahuan, keterampilan, dan sikap peserta didik. Penilaian praktek dapat dilakukan pada semua mata pelajaran seperti dapat dilihat pada Tabel 3.1.
Penilaian | Bentuk-bentuk Penilaian Kinerja
Penilaian | Kinerja | Kualitas
Kualitas penilaian kinerja sangat bergantung pada tugas kinerja yang diberikan pada peserta didik. Untuk mendapatkan penilaian kinerja yang berkualitas, ada tujuh kriteria yang harus diperhatikan dalam menentukan tugas kinerja, yaitu:
1. Representatif/dapat digeneralisasi
Tugas kinerja yang diberikan hendaknya dapat memberikan informasi yang memadai mengenai kompetensi yang dinilai. Untuk menilai satu kompetensi dasar dapat digunakan beberapa tugas yang berbeda. Tugas-tugas tersebut hendaknya sebanding dan memberi informasi mengenai kompetensi yang dinilai sehingga peserta didik tidak dirugikan karena mendapat tugas kinerja yang berbeda.
2. Otentik
Tugas kinerja yang diberikan kepada peserta didik merefleksikan kehidupan nyata. Tugas kinerja ini dilakukan pada saat aktivitas pembelajaran di kelas, di laboratorium atau dalam kehidupan sehari-hari.
3. Multidomain
Tugas kinerja yang diberikan kepada peserta didik mengukur lebih dari satu aspek, yaitu aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap secara terintegrasi.
4. Dapat diajarkan
Tugas kinerja yang diberikan berkaitan dengan materi yang diajarkan. Pendidik memberikan umpan balik yang konstruktif terhadap hasil pekerjaan peserta didik, sehingga tugas kinerja yang diberikan dapat meningkatkan pemahaman pengetahuan dan kemampuan keterampilan peserta didik.
5. Adil
Tugas kinerja yang diberikan tidak menguntungkan kelompok tertentu berdasarkan jenis kelamin, suku bangsa, agama, dan status sosial ekonomi.
6. Fisibel
Tugas kinerja yang diberikan dapat dilaksanakan, artinya harus mempertimbangkan faktor biaya, tempat, waktu, dan peralatan.
7. Dapat diskor
Tugas yang diberikan dapat diskor dengan akurat dan reliabel dengan menggunakan pedoman penskoran (rubrik) yang tepat.
Selain tujuh kriteria di atas, hal-hal lain yang perlu diperhatikan dalam penilaian kinerja antara lain:
1. Relevan
Guru harus memastikan penugasan yang akan dinilai relevan dengan tuntutan kompetensi dalam kurikulum. Guru memilih penugasan yang akan dinilai menyesuaikan dengan tingkat kompetensi peserta didik, misalnya penugasan yang akan dinilai didasarkan pada tingkat kompleksitas, tahapan, dan waktu dalam melakukan tugas tersebut.
2. Mewakili kompetensi yang dinilai
Penugasan yang diberikan guru mewakili kompetensi-kompetensi dalam kurikulum. Pemilihan tugas ini didasarkan pada urgensi, keterpakaian, dan representatif.
3. Objektivitas
Penilaian kinerja didasarkan pada rubrik penilaian yang telah ditetapkan dan tidak dipengaruhi oleh subjektivitas penilai. Walaupun penilaian kinerja memiliki keunggulan dalam menilai kemampuan peserta didik, ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam pengembangan penilaian kinerja, antara lain:(1) tidak semua tujuan pembelajaran yang tercantum pada setiap kompetensi dasar harus dinilai melalui penilaian kinerja; (2) dalam penyusunan rubrik, perlu diperhatikan kriteria dalam pemberian skor dan kualitas dari setiap kriteria; dan (3) perlu diperhatikan waktu untuk mengerjakan dan memeriksa tugas kinerja.
Penilaian | Kinerja | Prinsip-prinsip
Penilaian kinerja dilaksanakan dengan mengacu pada prinsip-prinsip: (1)merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembelajaran; (2) mencerminkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari dan masalah dunia sekolah; (3) menggunakan berbagai metode dan kriteria yang sesuai dengan karakteristik dan esensi pengalaman belajar; (4) bersifat holistik yang mencakup semua aspek dari tujuan pembelajaran (pengetahuan, keterampilan, dan sikap).
Penilaian | Kinerja | Pengertian
Penilaian kinerja merupakan bentuk penilaian yang menuntut peserta didik mempraktikkan dan mengaplikasikan pengetahuan yang sudah dipelajari ke dalam berbagai macam konteks sesuai dengan kriteria yang diinginkan. Target pencapaian hasil belajar dalam penilaian kinerja dapat meliputi aspek-aspek: 1) pengetahuan; 2) praktik dan aplikasi pengetahuan; 3) kecakapan dalam berbagai jenis keterampilan komunikasi, visual, karya seni, dan lain-lain; 4) produk (hasil karya); dan 5) sikap (berhubungan dengan perasaan, sikap, nilai, minat, motivasi). Jadi dalam hal ini penilaian kinerja dapat mengukur kompetensi yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap.
Penilaian kinerja mempunyai dua karakteristik dasar, yaitu (1) mempraktikkan kemampuan membuat suatu produk (proses) atau terlibat dalam suatu aktivitas (perbuatan) dan (2) menghasilkan produk dari tugas kinerja yang diminta. Berdasarkan kedua karakteristik dasar tersebut, penilaian kinerja dapat menilai proses, produk, atau keduanya (proses dan produk).Untuk menentukan bentuk penilaian kinerja yang tepat tergantung pada karakteristik materi yang dinilai dan kompetensi yang diharapkan harus dicapai oleh peserta didik.







