merdeka belajar | merdeka mengajar

Kebijakan PTM di Masa Pandemi

Pemerintah Kabupaten Tangerang mengambil kebijakan pembelajaran di masa pandemi. Silakan baca selengkapnya!

E-Learning

Perkembangan e-learning yang relatif masih baru, definisi dan implementasi sistem e-learning sangatlah bervariasi dan belum ada standard yang baku.

Sekolah Model | Pelatihan Jibas SMP Negeri 1 Jayanti

Salah satu kegiatan sekolah model di SMP Negeri 1 Jayanti adalah pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan administrasi sekolah, pembelajaran, perpustakaan keuangan, evaluasi kehadiran dan lain-lain.

Inovasi | SIUNGU.ID Juara 2 Lomba Kanvas Gemilang Tingkat OPD

SIUNGU.ID Juara 2 Lomba Kanvas Gemilang Tingkat OPD Kabupaten Tangerang

Teknik Pembelajaran Bahasa Indonesia

Setelah membaca utuh model teks eksemplum, siswa merangkai ulang susunan teks yang sudah dipotong-potong oleh guru.

Platform Merdeka Mengajar telah Resmi Diluncurkan oleh Kemendikbudristek

Platform Merdeka Mengajar telah resmi diluncurkan oleh Kemendikbudristek pada Merdeka Belajar episode Kelima Belas.

Video 1 | Pengenalan Akun Belajar

Platform Merdeka Mengajar telah resmi diluncurkan oleh Kemendikbudristek pada Merdeka Belajar episode Kelima Belas.

Tampilkan postingan dengan label panduan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label panduan. Tampilkan semua postingan

23 Juli 2023

Panduan | emahaman Dimensi-elemen-subelemen-Profil-Pelajar-Pancasila-pada-Kurikulum-Merdeka

Profil pelajar Pancasila merupakan bentuk penerjemahan tujuan pendidikan nasional. Profil pelajar Pancasila berperan sebagai referensi utama yang mengarahkan kebijakan-kebijakan pendidikan termasuk menjadi acuan untuk para pendidik dalam membangun karakter serta kompetensi peserta didik. Profil pelajar Pancasila harus dapat dipahami oleh seluruh pemangku kepentingan karena perannya yang penting. Profil ini perlu sederhana dan mudah diingat dan dijalankan baik oleh pendidik maupun oleh pelajar agar dapat dihidupkan dalam kegiatan sehari-hari. Berdasarkan pertimbangan tersebut, profil pelajar Pancasila terdiri dari enam dimensi, yaitu: 1) beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, 2) mandiri, 3) bergotong-royong, 4) berkebinekaan global, 5) bernalar kritis, dan 6) kreatif.
Share:

Panduan | Tahapan-Implementasi-Kurikulum-Merdeka

Tahapan implementasi kurikulum bukanlah suatu peraturan atau standar yang ditetapkan Pemerintah. Tahapan ini dirancang untuk membantu pendidik dan satuan pendidikan dalam menetapkan target implementasi Kurikulum Merdeka. Kesiapan pendidik dan satuan pendidikan tentu berbeda-beda, oleh karena itu tahapan implementasi ini dirancang agar setiap pendidik dapat dengan percaya diri mencoba mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Kepercayaan diri yang dimaksud merupakan keyakinan bahwa pendidik dapat terus belajar dan mengembangkan kemampuan dirinya untuk melakukan yang terbaik dalam mengimplementasikan kurikulum, dan yang lebih penting lagi, dalam mendidik. Kemampuan untuk terus belajar merupakan modal penting bagi pendidik.
Share:

Panduan | Pengembangan-Kurikulum-Operasional-di-Satuan-Pendidikan

Panduan pengembangan kurikulum operasional di satuan pendidikan merupakan dokumen yang berisi prinsip dan contoh strategi untuk memandu satuan pendidikan mengembangkan kurikulum operasionalnya. Kurikulum operasional dikembangkan dan dikelola dengan mengacu kepada struktur kurikulum dan standar yang ditetapkan oleh Pemerintah dan menyelaraskannya dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik, satuan pendidikan, dan daerah.
Share:

Panduan | Pelaksanaan-Program Pendidikan Individual

Salah satu bentuk layanan pendidikan bagi PDBK adalah layanan pendidikan secara individual yang saat ini disebut sebagai Program Pendidikan Individual (PPI) atau yang sebelumnya dikenal dengan istilah sebagai Program Pembelajaran Individual (PPI). PPI dirancang khusus oleh tenaga pendidik diperuntukkan bagi peserta didik yang mengalami kesulitan maupun hambatan akademik dan non akademik. PPI diharapkan dapat melengkapi kurikulum reguler yang belum secara komprehensif memuat area yang relevan dengan kebutuhan PDBK.
Share:

Panduan | Pelaksanaan-Pendidikan-Inklusif

Inklusi adalah “filosofi” yang menyatakan bahwa ruang kelas dan ruang bermasyarakat tidak lengkap tanpa mengikutsertakan anak-anak dengan semua kebutuhan. Inklusi merupakan sebuah pola pikir bagaimana memberi kesempatan sama kepada semua anak, salah satunya untuk belajar di kelas yang sama.
Share:

Panduan | Pengembangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Projek penguatan profil pelajar Pancasila merupakan kegiatan kokurikuler berbasis projek yang dirancang untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi dan karakter sesuai dengan profil pelajar Pancasila yang disusun berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan. Pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila dilakukan secara fleksibel, dari segi muatan, kegiatan, dan waktu pelaksanaan. Projek penguatan profil pelajar Pancasila dirancang terpisah dari intrakurikuler. Tujuan, muatan, dan kegiatan pembelajaran projek tidak harus dikaitkan dengan tujuan dan materi pelajaran intrakurikuler.
Share:

Panduan | Pemetaan Kemampuan Fondasi dengan Konstruk Pembelajaran dan Aspek Perkembangan

Peserta didik sepatutnya menjadi fokus utama dalam pembelajaran. Usaha untuk menjadikan peserta didik menjadi pembelajar yang aktif akan memudahkan usaha untuk mengaktualisasikan tujuan pendidikan, yaitu berkembangnya karakter dan kompetensi peserta didik. Hal ini dapat dimulai dengan memastikan bahwa peserta didik yang mengikuti pembelajaran di jenjang pendidikan awal telah mengembangkan kemampuan fondasi yang akan menjadi bekal untuk belajar dan beradaptasi di masa yang akan datang. Dalam kaitannya dengan pembelajaran yang berpusat dan berpihak pada peserta didik, perlu adanya panduan bagi pendidik pada tingkat satuan pendidikan dalam pengembangan enam kemampuan fondasi.
Share:

Panduan | Laporan Hasil Belajar di Satuan Pendidikan Anak Usia Dini

Panduan Laporan Hasil Belajar di Satuan PAUD merupakan dokumen yang berisi prinsip, strategi, dan contoh-contoh yang bertujuan memandu pendidik dan satuan pendidikan dalam menyusun laporan hasil belajar. Lebih luasnya panduan ini bertujuan untuk memfasilitasi proses berpikir pendidik dalam melakukan perencanaan dan pelaksanaan asesmen di PAUD. Panduan dimulai dari: 1) pemahaman tentang komponen yang perlu ada di dalam laporan hasil belajar; 2) prinsip asesmen serta contoh pelaksanaan asesmen di PAUD yang disusun berdasarkan kekhasan pembelajaran di PAUD; 3) perancangan dan pelaksanaan asesmen yang merupakan mekanisme untuk mengumpulkan informasi yang diperlukan di dalam laporan; dan 4) pelaporan hasil belajar.
Share:

Panduan | Panduan Implementasi Bimbingan dan Konseling

Implementasi layanan BK yang bersifat komprehensif sejalan dengan prinsip Kurikulum Merdeka, yaitu berpusat pada peserta didik untuk mencapai perkembangan optimal dan kemandirian secara utuh yang meliputi aspek pribadi, belajar, sosial, dan karir. Dengan demikian. Setiap komponen layanan sudah disertai dengan rencana dan implementasi yang terintegrasi dengan pencapaian profil pelajar Pancasila. Profil pelajar Pancasila menjadi tujuan jangka panjang dan memayungi keseluruhan layanan bimbingan dan konseling dalam mewujudkan peserta didik menjadi pembelajar sepanjang hayat, yang kompeten, berkarakter,dan berperilaku sesuai nilai-nilai Pancasila.
Share:

Panduan | Buku Saku Mitra Pembangunan Ditjen PAUD Dikdasmen

Mitra Pembangunan Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (PDM) merupakan salah satu strategi pelibatan masyarakat dalam mendukung implementasi kebijakan dan program Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Mitra Pembangunan PDM adalah lembaga, organisasi, serta dunia usaha dan dunia industri yang memiliki pendanaan mandiri (self-funding) serta ketertarikan dan komitmen dalam berkontribusi di bidang pendidikan.
Share:

01 Juli 2023

Panduan Umum Merumuskan Alur Tujuan Pembelajaran dan Tujuan Pembelajaran

Panduan Umum Merumuskan Alur Tujuan Pembelajaran dan Tujuan Pembelajaran
Share:

11 Februari 2022

Penilaian | Pengembangan Penilaian Kinerja


Permasalahan yang sering muncul dalam mendesain dan menggunakan penilaian 
kinerja yaitu permasalahan yang berkaitan dengan validity, reliability, dan fairness. Untuk mengurangi permasalahan tersebut, maka pada bab ini akan dijelaskan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengembangan penilaian kinerja. 

Share:

Kinerja | Penilaian Projek


Penilaian proyek adalah penilaian terhadap suatu penugasan yang harus 
diselesaikan dalam periode/waktu tertentu. Penugasan tersebut meliputi:perencanaan, pengumpulan data, analisis data, penyajian data, hingga pelaporan.  Periode waktu untuk menyelesaikannya tergantung kompleksitas tugas, misalnya dalam satu minggu, dua minggu, satu bulan, atau satu semester.  

Pelaksanaan proyek membutuhkan data primer, data sekunder, kerja sama dengan berbagai pihak, dan kemampuan mengevaluasi hasil. Oleh karena itu penilaian proyek dapat dilakukan pada semua mata pelajaran  secara terintegrasi atau masing-masing mata pelajaran di semua jenjang pendidikan.  

Penilaian proyek dapat memberikan informasi tentang kemampuan peserta didik dalam memahami, mengaplikasikan,dan menyampaikan informasi tentang materi tertentu pada satu atau lebih mata pelajaran yang terkait sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai pada penugasan yang diberikan. Penilaian proyek dapat dilakukan pada setiap langkah yang meliputi: persiapan (perencanaan), proses pengerjaan, danpelaporan.  Hasil belajar yang dapat dinilai pada tahap-tahap tersebut antara lain: 

1. Tahap persiapan

  • Kemampuan merencanakan dan mengorganisasikan tugas proyek;
  • Kemampuan memperoleh informasi awal (data-data awal) 

2. Tahap pelaksanaan

  • kemampuan bekerja dalam kelompok; 
  • kemampuan  untuk melaksanakan tugas secara mandiri;
  • kemampuan mengidentifikasi dan mengumpulkan informasi;
  • kemampuan menganalisis permasalahan.  

3. Tahap pelaporan

  • kemampuan menganalisis dan menginterpretasikan data;
  • kemampuan membuat laporan;
  • kemampuan menyampaikan hasil. 

Pada pembelajaran di kelas, pendidik mungkin menekankan penilaian proyek pada prosesnya dan menggunakan sebagai sarana untuk mengembangkan dan memonitor keterampilan peserta didik dalam merencanakan, menyelidiki, dan menganalisis proyek.

Peserta didik dapat menunjukkan pengalaman dan pengetahuan tentang suatu topik, memformulasikan pertanyaan, dan menyelidiki topik tersebut melalui bacaan dan wawancara. Kegiatan ini dapat digunakan untuk menilai kemampuan peserta didik secara individual atau kelompok. 

Pendidik juga dapat menggunakan produk akhir dari suatu proyek dalam bentuk presentasi (penilaian praktik)untuk menilai kemampuan peserta didik dalam mengomunikasikan temuan-temuannya dan dalam bentuk laporan (penilaian produk). Apabila proyek digunakan pada penilaian sumatif, fokus biasanya terletak pada produknya. Aspek yang dinilai dalam penilaian proyek ditulis dalam rubrik penilaian. Rubrik penilaian berisi kriteria-kriteria berkaitan dengan tahapan-tahapan sebuah proyek. Tahapan-tahapan tersebut diurutkan, lengkap, jelas, mudah diamati, dan dapat diukur. 

Portfolio Hasil Penilaian Kinerja

Hasil penilaian praktik, produk, dan proyek dapat didokumentasikan oleh guru dan  peserta didik dalam bentuk portofolio dokumentasi. Dokumen hasil penilaian ini menggambarkan perkembangan kompetensi keterampilan peserta didik secara keseluruhan yang digunakan untuk: (1) mengetahui perkembangan kompetensi keterampilan peserta didik; (2) umpan balik dalam memperbaiki proses pembelajaran agar pembelajaran menjadi lebih efektif dan bermakna; dan (3) melakukan refleksi dan perbaikan terhadap pembelajaran. 


Share:

Kinerja | Penilaian Produk

Penilaian Produk dilakukan terhadap kualitas teknis dan estetis hasil kerja atau produk yang telah dibuat peserta didik. Hasil kerja peserta didik dapat berupa produk yang terbuat dari kain, kertas, metal, kayu, plastik, keramik; hasil karya seni seperti lukisan, gambar, patung, dan karya sastra; dan laporan hasil penelitian/karya ilmiah. Penilaian produk dapat dilakukan pada semua mata pelajaran seperti dapat dilihat pada Tabel 3.2. 






Aspek yang dinilai dalam penilaian produk ditulis dalam rubrik penilaian. Rubrik penilaian berisi kriteria-kriteria berkaitan dengan kualitas teknis dan estetis suatu produk. Kriteria-kriteria tersebut harus lengkap, jelas, mudah diamati, dan dapat diukur. Penilaian praktik dan penilaian produk bisa dilakukan pada satu kegiatan keterampilan.Dalam hal ini, penilaian dapat difokuskan baik pada proses (praktik) maupun produk. Oleh karena itu,  penugasan dan rubriknya mencakup kedua bentuk penilaian tersebut, sehingga rubrik penilaiannya terdiri atas rubrik penilaian praktik dan rubrik penilaian produk. 

Contoh: 

Percobaan di laboratorium IPA biasanya dilakukan untuk meminta peserta didik untuk melakukan percobaan/pengamatan dan juga membuat laporan hasil dari percobaan tersebut. 

 Aspek yang dinilai:             -   

 tahap persiapan/perencanaan

 tahap pelaksanaan

 tahap akhir/pembuatan laporan 

Pemberian skor dapat diberikan dengan memberi bobot yang lebih besar pada aspek yang diutamakan. 

Share:

Kinerja | Contoh Penilaian Praktik

Penilaian praktik dilakukan melalui pengamatan pada saat peserta didik mendemonstrasikan atau mempraktekkan suatu aktivitas sesuai dengan target kompetensi. Pada saat melakukan penilaian praktik, guru dapat menilai kompetensi pengetahuan, keterampilan, dan sikap peserta didik. Penilaian praktek dapat dilakukan pada semua mata pelajaran seperti dapat dilihat pada Tabel 3.1. 


Aspek yang dinilai dalam penilaian praktik ditulis dalam rubrik penilaian. Rubrik penilaian berisi kriteria-kriteria berkaitan dengan langkah-langkah yang dilakukan pada saat mengerjakan suatu aktivitas. Langkah-langkah tersebut diurutkan, lengkap, jelas, mudah diamati, dan dapat diukur. 

Share:

Penilaian | Bentuk-bentuk Penilaian Kinerja


Penilaian kinerja meliputi dua aktivitas pokok, yaitu: 1) pengamatan/observasi saat berlangsungnya unjuk kinerja atau keterampilan dan 2) penilaian hasil dari tugas kinerja yang diberikan. Penilaian kinerja dilakukan dengan mengamati saat peserta didik melakukan aktivitas atau menciptakan suatu hasil karya yang sesuai dengan tujuan pembelajaran, atau mengamati hasil/produk dari tugas kinerja yang diberikan, atau keduanya. Keterampilan yang ditunjukkan peserta didik merupakanaspek yang akan dinilai. Penilaian terhadap keterampilan didasarkan pada kualitas kinerja peserta didik dengan target yang telah ditetapkan. Proses penilaian dilakukan mulai persiapan dan pelaksanaan tugas sampai dengan hasil akhir yang dicapai. Bentuk-bentuk penilaian kinerja yang dapat diberikan kepada peserta didik dapatberupa penilaian praktik, penilaian produk, dan penilaian proyek. 


Share:

Penilaian | Kinerja | Kualitas


Kualitas penilaian kinerja sangat bergantung pada tugas kinerja yang diberikan 
pada peserta didik. Untuk mendapatkan penilaian kinerja yang berkualitas, ada tujuh kriteria yang harus diperhatikan dalam menentukan tugas kinerja, yaitu: 

1. Representatif/dapat digeneralisasi

Tugas kinerja yang diberikan hendaknya dapat memberikan informasi yang memadai mengenai kompetensi yang dinilai.  Untuk menilai satu kompetensi dasar dapat digunakan beberapa tugas yang berbeda. Tugas-tugas tersebut hendaknya sebanding dan memberi informasi mengenai kompetensi yang dinilai sehingga peserta didik tidak dirugikan karena mendapat tugas kinerja yang berbeda. 

2. Otentik

Tugas kinerja yang diberikan kepada peserta didik merefleksikan kehidupan nyata. Tugas kinerja ini dilakukan pada saat aktivitas pembelajaran di kelas, di laboratorium atau dalam kehidupan sehari-hari. 

3. Multidomain

Tugas kinerja yang diberikan kepada peserta didik mengukur lebih dari satu aspek, yaitu aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap secara terintegrasi. 

4. Dapat diajarkan

Tugas kinerja yang diberikan berkaitan dengan materi yang diajarkan. Pendidik memberikan umpan balik yang konstruktif terhadap hasil pekerjaan peserta didik, sehingga tugas kinerja yang diberikan dapat meningkatkan  pemahaman pengetahuan  dan kemampuan keterampilan peserta didik. 

5. Adil

Tugas kinerja yang diberikan tidak menguntungkan kelompok tertentu berdasarkan jenis kelamin, suku bangsa, agama, dan status sosial ekonomi. 

6. Fisibel

Tugas kinerja yang diberikan dapat dilaksanakan, artinya harus mempertimbangkan faktor biaya,  tempat, waktu, dan peralatan. 

7. Dapat diskor

Tugas yang diberikan dapat diskor dengan akurat dan reliabel dengan menggunakan pedoman penskoran (rubrik) yang tepat. 

Selain tujuh kriteria di atas, hal-hal lain yang perlu diperhatikan dalam penilaian kinerja antara lain:  

1. Relevan

Guru harus memastikan penugasan yang akan dinilai relevan dengan tuntutan kompetensi dalam kurikulum. Guru memilih penugasan yang akan dinilai menyesuaikan dengan tingkat kompetensi peserta didik, misalnya penugasan yang akan dinilai didasarkan pada tingkat kompleksitas, tahapan, dan waktu dalam melakukan tugas tersebut.  

2. Mewakili  kompetensi yang dinilai 

Penugasan yang diberikan guru mewakili kompetensi-kompetensi dalam kurikulum. Pemilihan tugas ini didasarkan pada urgensi, keterpakaian, dan representatif. 

3. Objektivitas  

Penilaian kinerja didasarkan pada rubrik penilaian yang telah ditetapkan dan tidak dipengaruhi oleh subjektivitas penilai. Walaupun penilaian kinerja memiliki keunggulan dalam menilai kemampuan peserta didik, ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam pengembangan penilaian kinerja, antara lain:(1) tidak semua tujuan pembelajaran yang tercantum pada setiap kompetensi dasar harus dinilai melalui penilaian kinerja; (2) dalam penyusunan rubrik, perlu diperhatikan kriteria dalam pemberian skor dan kualitas dari setiap kriteria; dan (3) perlu diperhatikan waktu  untuk mengerjakan dan memeriksa tugas kinerja. 

Share:

Penilaian | Kinerja | Prinsip-prinsip

Penilaian kinerja dilaksanakan dengan mengacu pada prinsip-prinsip: (1)merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembelajaran; (2) mencerminkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari dan masalah dunia sekolah; (3) menggunakan berbagai metode dan kriteria yang sesuai dengan karakteristik dan esensi pengalaman belajar; (4) bersifat holistik yang mencakup semua aspek dari tujuan pembelajaran (pengetahuan, keterampilan, dan sikap). 

Share:

Penilaian | Kinerja | Pengertian

Penilaian kinerja merupakan bentuk penilaian yang menuntut peserta didik mempraktikkan dan mengaplikasikan pengetahuan yang sudah dipelajari  ke  dalam berbagai macam konteks sesuai dengan kriteria yang diinginkan. Target pencapaian hasil belajar dalam penilaian kinerja dapat meliputi aspek-aspek: 1) pengetahuan; 2) praktik dan aplikasi pengetahuan; 3) kecakapan dalam berbagai jenis keterampilan komunikasi, visual, karya seni, dan lain-lain; 4) produk (hasil karya); dan 5) sikap (berhubungan dengan perasaan, sikap, nilai, minat, motivasi). Jadi dalam hal ini penilaian kinerja dapat mengukur kompetensi yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap.  

Penilaian kinerja mempunyai dua karakteristik dasar, yaitu (1) mempraktikkan kemampuan membuat suatu produk (proses) atau terlibat dalam suatu aktivitas (perbuatan) dan (2) menghasilkan produk dari tugas kinerja yang diminta. Berdasarkan kedua karakteristik dasar tersebut, penilaian kinerja dapat menilai proses, produk, atau keduanya (proses dan produk).Untuk menentukan bentuk penilaian kinerja yang tepat tergantung pada karakteristik materi yang dinilai dan kompetensi yang diharapkan harus dicapai oleh peserta didik. 

Share:

Translate

Online User

User Online

Total Tayangan Halaman

Support